3 Keunikan Pura Batu Bolong Lombok

Pura Batu Bolong adalah salah satu objek wisata yang berada di pesisir pantai Lombok dan di bangun di atas batu hitam, pura ini memiliki keunikan tersendiri jika Anda mampir untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan umat Hindu di Lombok.

Terdapat banyak bangunan-bangunan besar umat Hindu yang bersejarah dan berusia ratusan tahun dari zaman kerajaan di Lombok seperti Pura Meru di Cakra Negara, Pura Lingsar, Taman Mayura dan Taman Narmada. Ini sebagai bukti masyarakat Lombok hidup dalam harmoni, namun kali ini kita akan membahas Pura Batu Bolong.

Keunikan Pura Batu Bolong

1. Sejarah dan Lokasi

Menurut sejarah Pura Batu Bolong di bangun pada tahun 1533 oleh seorang resi bernama Dang Hyang Dwijendra yang berasal dari Jawa Timur saat ia melakukan penyeberan Agama Hindu dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali dan terakhir menuju Pulau Lombok.

Lokasi pura ini sangat strategis terletak di Dusun Batu Bolong, Kecamatan Batulayar –  Lombok Barat sekitar 5 menit dari kawasan pusat pariwisata Pantai Senggigi atau sekitar 20 menit dari pusat Kota mataram.

batu bolong dan pantai senggigi

Untuk mencapai tempat ini cukup mudah, bila Anda menginap di hotel sekitaran Senggigi  Anda bisa menyewa motor atau menggunakan jasa taxi, tapi banyak juga para traveler yang kami temui memilih berjalan kaki untuk mencapai lokasi karena ada banyak penginapan di sekitaran kawasan ini.

2. Nama dan Nuansa Alam

Nama pura ini di ambil dari bentuk batu hitam tempatnya di bangun, batu besar yang berbentuk bukit ini memiliki lubang di bagian pesisir pantai, lubang ini dulunya merupakan akses jalan bagi para masyarakat sekitar untuk mencari kayu ke hutan Senggigi, sebelum dibangunnya jalan besar di kaki perbukitan yang menghubungkan Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Utara.

Jika air sedang surut Anda bisa melewati lobang batu tersebut yang seperti gua hanya sekitar 5 meter dan Anda akan langsung menuju Pantai Duduk, pantai yang panjang tidak ada bangunan satupun di sekitaran pantai, hanya ada beberapa warung-warung kecil dan pantai ini hanya rame di ahir pekan dan hari libur saja.

pura batu bolong lombok

Photo ini saya ambil dari bibir Pantai Duduk di saat hunting sunset dengan background Pura Batu Bolong, pemandangan yang cukup luar biasa, bukan?

Berbicara lebih jauh tentang batu hitam di kawasan pura ini, jika di perhatikan lebih dekat Anda dapat melihat corak batu yang tersusun dengan struktur yang khas. Di atas bebatuan tersebut banyak di tumbuhi pohon kaktus yang membuatnya rimbun dan juga menjadi sarang bagi bebrapa jenis burung.

pure batu bolong

Suara deburan ombak yang menghantam batu dan kicauan burung tercampur dengan laras di pura ini. Tempat ini juga menjadi spot bagi para pemancing, dari sini Anda bisa melihat pesisir Pantai Senggigi, perbukitan yang hijau dan juga Gunung Agung Bali.

Cukup dengan memberikan donasi 15,000 – 20,000 Anda dapat memasuki kawasan pura, para penjaga pintu akan memberikan anda selendang kuning yang di ikatkan di pinggang, sebagai bentuk apresiasi bahwa Anda adalah tamu pura.

Tips: Jangan terlalu ribut ketika Anda memasuki kawasan pura, karena ini adalah rumah peribadatan. Sore hari adalah waktu yang paling tepat jika Anda ingin menikmati sunset dengan background tanjung pantai senggigi dan Gunung Agung, tempat ini juga menjadi spot para photographer.

3. Fungsi dan Budaya

Dari segi fungsi bangunan ini merupakan tempat peribadatan masyarakat Hindu baik itu yang ada di sekitar pulau Lombok, juga masyarakat Hindu yang datang dari Bali yang melakukan perjalanan pribadatan yang disebut dengan titra yatra.

Bagi masyarakat pemeluk Agama Hindu, melakukan persembahyangan di Pura Batu Bolong Lombok memiliki nilai lebih karena lokasinya yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali, sehingga umat Hindu yang bersembahyang disini dapat merasakan atmosfer spiritual yang mendalam dan diyakini mampu memberikan kedamaian dan ketenangan.

Bila Anda ingin melihat langsung kegiatan umat Hindu Lombok, hampir setiap hari Anda bisa menemukan masyarakat lokal yang melakukan sembayang mengenakan pakain tradisional sambil membawa sesajen dan dalam waktu-waktu tertentu dalam acara besar seperti Galungan dan Kuningan, Anda bisa melihat prosesi pribadatan di iringi musik tradisional dan di pimpin oleh pemangku.

Dari segi budaya masyarakat hindu dengan muslim Lombok memiliki budaya yang berbeda, bahasa yang digunakan juga memiliki perbedaan besar kaum muslim menggunakan Bahasa Sasak (bahasa Lombok) sedangkan umat hindu menggunakan Bahasa Bali.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *